fbpx
sumber: www.tribunnews.com

Awal tahun 2020 menjadi tahun penuh ujian bagi seluruh dunia, terkhusus bagi negara Indonesia. Karna di tahun itu, makhluk tak kasat mata bernama Corona Virus Disease (Covid-19) menyebar ke seluruh seantero bumi. Covid-19 ini pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada akhir 2019 lalu. Virus yang berasal dari Wuhan-China ini mulai menyebar melalui berbagai macam cara, salahsatu-nya melalui kontak langsung yang dilakukan oleh manusia. Masuknya WNA ke Negara Indonesia menjadi salah satu alasan penyebaran virus corona di negara ini. Sejak saat itu, sudah 200 lebih negara di dunia yang melaporkan terindikasinya virus corona.

Virus corona yang telah membuat geger dunia rupanya diyakini tak hanya membuat bencana. Secara kasat mata, virus ini memang menjadi persoalan bagi umat manusia. Ekonomi dunia menjadi morat-marit. Berbagai negara besar menjadi tersendak oleh adanya virus ini. Namun, perlu kita sadari bahwa virus corona ini justru memberikan dampak yang positif bagi kesejahteraan manusia. Bumi yang awalnya sesak oleh kegiatan-kegiatan manusia yang melakukan eksploitasi dan perusakan alam. Kini keadaan itu berubah drastis ketika virus corona melanda dunia. Saat ini bumi tengah memulihkan dirinya ketika semua manusia dipaksa berdiam diri di rumah saat pandemi corona melanda dunia.

Merebaknya wabah virus corona mendorong penduduk dunia khususnya penduduk Indonesia untuk mendekam di rumah. Hal itu berdampak positif terhadap beberapa aspek. Bila kita renungkan hikmah di balik epidemik corona yang menghacurkan ini, betapa ia telah mampu mengembalikan seluruh manusia menjadi manusia yang dapat kembali pada jati diri untuk tunduk beriman kepada Sang Pencipta.

Hikmah tersembunyi di balik wabah corona ini secara senyap telah berhasil menutup semua tempat-tempat hiburan malam seperti; bar, diskotik, klub dansa, pergaulan bebas di kafe-kafe, tempat berjudi, tempat pelacuran dan pusat kemaksiatan lainnya.

Selain itu, hikmah corona mampu mengumpulkan semua anggota keluarga untuk bersatu kembali di rumah setelah sekian lama berpisah dan terpisah oleh berbagai kesibukan yang mampu memperdaya. Orang tua bisa melakukan kembali pendekatan terhadap anak-anaknya secara intensif, yang kegiatan itu sempat terhalangi oleh kesibukan orang tua dalam bekerja.

Cukup dengan corona mampu mengurangi ketegangan perang antar etnis dan sikap saling menyalahkan antar sesama manusia, dan mengajarkan mereka akan makna kesedihan diisolasi akibat pengurungan sebuah negara dan pembatasan kebebasan hidup. Sebagaimana telah diderita oleh saudara muslim Palestina di jalur Gaza sejak lama.

Hanya dengan corona, mampu mengurangi tingkat polusi racun dari pabrik-pabrik yang mencemari atmosfer bumi, mengerem industrialisasi yang menggunduli hutan, mencemari lautan, mencairkan es di kutub utara, dan memperluas ozon di langit.

Cukuplah dengan corona mampu memaksa para pemangku kepentingan di semua negara untuk mempertimbangkan kembali perbaikan kondisi sarana kesehatan dan rumah sakit serta pentingnya upaya meningkatkan taraf hidup dan kesehatan masyarakat.

Virus corona, makhluk tak kasat mata ini mampu mengembalikan kesadaran manusia untuk kembali percaya kepada Allah Swt. dan menemukan jati dirinya sebagai makhluk yang lemah dan tak berdaya. Sehingga membuat kita semua berserah diri dan berdo’a memohon perlindungan kepada-Nya.

Hari ini, kita sungguh menyadari bahwa kita adalah hanya sekumpulan makhluk lemah tak berdaya tanpa pertolongan-Nya. Kita tak dapat lagi mengandalkan logika biasa ataupun kecanggihan kecerdasan teknologi manusia tanpa pertolongan dan bantuan dari Allah Swt.