fbpx

Karantina Qur’an Membawa Gilang Meraih Beasiswa YMM Freeport Indonesia

Hidup jauh dari tanah kelahiran tidak membuat Gilang Saputra Ramadhan (22 tahun) patah semangat dalam mengejar cita-citanya. Berbekal keyakinan dan ketekunan yang tinggi, Gilang mengiringi tangga kehidupannya dengan semangat dan rasa sabar yang tiada henti.

Pria kelahiran Sulawesi Selatan ini sejak awal memantapkan niatnya untuk merantau dan meraih cita-cita di luar kampung halamannya. Namun, jalan hidup membuatnya harus bekerja sambil melanjutkan pendidikan tingginya. Ia mengungkapkan rasa bahagianya ketika ia bisa tergabung menjadi keluarga besar STMIK Antar Bangsa melalui Beasiswa Yayasan Masyarakat Muslim (YMM) Freeport Indonesia.

Kebahagiaannya itu ia rasakan ketika dinyatakan lolos menjadi mahasiswa di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Antar Bangsa. Dalam penuturannya ia menjelaskan bahwa STMIK Antar Bangsa menjadi tempat yang cocok baginya untuk menyalurkan ilmu yang telah didapat olehnya selama menjalani perkuliahan.

“Saya berterima kasih kepada STMIK Antar Bangsa yang telah menerima saya berkuliah di sini dan juga menerima saya sebagai salah satu keluarga di sini untuk menyalurkan ilmu yang saya dapatkan selama kuliah ini. Dan saya berterima kasih kepada Yayasan Masyarakat Muslim PT. Freeport Indonesia yang telah memberikan saya bantuan berupa beasiswa tingkat tinggi untuk melanjutkan pendidikan saya di STMIK Antar Bangsa,” ucap Gilang saat dimintai keterangan pada Selasa (23/11).

Lebih lanjut, pria yang menyukai hobi naik gunung itu menceritakan pengalamannya ketika ia mengikuti kegiatan karantina Al-Qur’an yang menjadi jalan baginya dalam menerima beasiswa YMM Freeport Indonesia.

“Awalnya hanya ikut kegiatan karantina Al-Qur’an, terus bertemu sama salahsatu pengurus di sana, terus saya ditawarin untuk berkuliah. Awalnya saya ditawarin kuliahnya di daerah Papua, karena ada salahsatu pengurus yang menawarkan saya buat kuliah di sini, karena sesuai jurusan saya saat di SMK,” terang Gilang.

Dalam perjalanannya, STMIK Antar Bangsa telah menjalin hubungan baik dengan PT. Freeport Indonesia sejak 4 tahun yang lalu melalui pengadaan beasiswa YMM ini. Setiap tahunnya PT. Freeport Indonesia telah menyalurkan banyak mahasiswa ke berbagai kampus di Indonesia dalam menjembatani mereka untuk meraih impian. Seperti halnya yang dirasakan oleh tiga penerima beasiswa; Gilang Saputra Ramadhan, Nina Sulawijaya Putri, dan Suci Arum.

“Untuk seleksinya diambil dari tiap-tiap sekolah, dan ada ketentuan dari mereka. Karena setiap tahunnya itu ada slot untuk mahasiswa itu ada empat puluh, ketika udah ada yang lulus, bakal dikirim lagi.  Insya Allah ada setiap tahun mahasiswa yang dikirim di beberapa tempat, seperti STMIK Antar Bangsa, UIN Malang, dan ada juga di Bandung. Banyak orang-orang dibantu dari program ini, sehingga kita bisa melanjutkan pendidikan kita ke jenjang yang lebih tinggi lagi,” ujar Gilang.

Dengan pengalamannya selama berkuliah di STMIK Antar Bangsa, tidak membuat Gilang puas akan ilmu yang telah diterimanya saat di bangku perkuliahan. Hal itu yang membuat ia semakin semangat belajar dengan bergabung menjadi bagian dari IT Support di kampus tercintanya.

“Sesuai jurusan saya ingin menambah ilmu lagi, jadi sekalian bekerja sekalian belajar juga mencari ilmu lagi memperdalam apa yang sudah dipelajari saat di kampus,” lanjut ia.

Ia juga berpesan kepada setiap mahasiswa agar tetap belajar dengan siapapun, karena dengan itu akan banyak mendapatkan ilmu-ilmu dan wawasan baru.

“Jangan malu belajar walaupun tingkat kita lebih tinggi, kita jangan malu belajar dengan orang lain. Karena ilmu itu bukan dilihat dari seberapa besar tingkat kita, tapi seberapa pengalaman ia. Jadi jangan pernah malu,” pesan Gilang saat diakhir pembicaraan.