fbpx

STMIK Antar Bangsa Gelar Acara Sharing Digital Marketing Bersama Daarul Qur’an Group

Dalam rangka mengoptimalkan peran digital saat ini, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Antar Bangsa gelar acara Sharing Digital Marketing yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, (2/8).

Acara yang mengusung tema “Mengoptimalkan Peran Digital” ini dihadiri oleh seluruh Tim Marketing Daarul Qur’an Group. Tidak hanya itu, hadir pula Divisi Pengawasan dan Pengembangan Daarul Qur’an Group, Ustadz Rizki Aminullah, M.M. Pd dan Ustadz Hakam Elfarizi.

Melihat adanya dampak yang dialami karena krisis pandemi, tim marketing STMIK Antar Bangsa yang diwakilkan oleh sub divisi Media Sosial memaparkan penjelasannya mengenai peran digital yang dapat membantu meningkatkan awareness dan engagement pada setiap unit usaha.

Dalam hal ini, Person in Charge atau PIC Sosmed Giant Nanda Eka Putra menjelaskan bagaimana konsitensi menjadi hal yang paling penting dalam membuat konten. Ia melanjutkan bahwa penggunaan warna, dan font dapat membuat audience mengenali sebuah brand.

“Kunci terpenting dari membuat konten hingga design adalah konsitensi. Mulai dari jumlah postingan perhari, penggunaan warna, font, sehingga dari konsitensi kita tersebut, orang atau audience tersebut dapat mengenali brand atau produk yang sedang kita tawarkan,” ungkap Giant.

Selain itu, mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi itu melanjutkan bagaimana sebuah konten bisa didukung oleh beberapa hal, seperti content pillar, calender content, editorial plan, hingga facebook creator studio.

 

Selain Giant Nanda, hadir pula Farhan Ramadhan yang melanjutkan pembahasan dengan menjelaskan peran digital melalui sebuah campaign. Farhan menerangkan bahwa sebuah campaign dapat membantu meningkatkan awareness dan engagement pada pengguna sosial media.

“Kita berada di masa ketika hampir semua aktivitas dilakukan melalui sosial media. Dalam hal itu, bisa menjadi kesempatan untuk kita memaksimalkan peran digital ini untuk meningkatkan awareness dan engagement,” ujar Farhan.

Ia pun melanjutkan terkait pentingnya Digital Funnel dalam sebuah campaign. Dari Digital Funnel itulah, pembuat campaign bisa memahami bagaimana calon pelanggan bisa mengetahui sebuah brand dan akhirnya memutuskan untuk membeli produk tersebut.

“Dalam membuat campaign, hal yang bisa dilakukan sebelum itu adalah membuat digital funnel. Dari hal itulah kita dapat mengetahui bagaimana audience atau calon mahasiswa tahu brand kita. Dari yang awalnya tidak mengenal brand, mengenal, menimbang-nimbang, hingga melakukan pendaftaran atau pembelian,” lanjut ia.

Setelah penjelasan selesai, sesi tanya jawab pun menjadi tempat bertanya bagi audience. Sebagai antusiasme dari audience, ada beberapa audience yang bertanya.

Dengan terlaksananya program ini, diharapkan bisa menjadi tempat untuk sama-sama belajar meningkatkan peran digital di masa kini.