fbpx

Terbiasa Menulis, Mahasiswi STMIK Antar Bangsa Terbitkan Dua Buku

Hayatunisa, Mahasiswi STMIK Antar Bangsa semester 6

Tak ada usaha yang mengkhianati hasil. Kata-kata itu sangatlah cocok disandingkan dengan perjalanan panjang Hayatunisa, mahasiswi semester enam program studi Sistem Informasi STMIK Antar Bangsa. Kebiasaannya menulis menghasilkan dua buku berjudul “Eurasia” dan “Merangkum Asa dan Cita” pada Januari 2021.

Perempuan yang akrab disapa Hayya ini mengaku kebiasaan menulisnya dimulai sejak ia kecil. Berawal dari kegemarannya menulis diary, puisi, dan cerpen membawa ia terus berlatih dalam menekuni dunia kepenulisan sejak kecil. Tapi rasa malu yang hinggap dalam dirinya saat itu membuat ia tak berani untuk mengangkat tulisannya ke publik.

“Dari kecil suka nulis diary, puisi, dan cerpen, tapi gak pernah dipublish, karena malu. Tulis buang, tulis buang. Gak pernah kepikiran buat jadi penulis,” ucap Hayya saat membicarakan awal perjalanan menulisnya.

Namun, hobinya yang selama ini ia jalani harus tersendak ketika jalan hidup membuatnya harus memilih bekerja terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Awal muncul keinginan nulis itu karena ga ada kerjaan. Dulu itu sibuk kerja dan kuliah. Berangkat pagi, pulang malam langsung istirahat. Karena dulu pikirannya kerja, kerja, kerja mulu,” ujar ia.

Perempuan berdarah Lampung itu mengungkapkan kisah perjalanannya ketika ia mulai fokus kembali menggeluti dunia kepenulisan.

“Mungkin kalau aku masih kerja, aku gak mungkin jadi penulis dan ngajak teman-teman untuk nulis. Tapi ternyata Allah punya rencana lain, Allah pengen aku diam di rumah, nemuin bakat, dan memberi peluang untuk aku bisa bermanfaat pada ummat,” ucap ia.

Mahasiswi yang aktif sebagai Ketua Komunitas Pena Berkah Berbagi ini membagikan motivasinya untuk selalu produktif dalam menekuni hobi tulis-menulis.

“Motivasi aku menulis itu untuk mengubah peradaban. Aku ingin dan berharap tulisanku dapat mengubah diriku pribadi dan pembaca untuk menjadi lebih baik. Menurutku tulisan adalah salah satu jalan dakwah. Anggap saja dengan menulis kita sedang mempersiapkan bekal hidup setelah hidup,” ungkapnya.

Ia juga melanjutkan bahwa tulisan yang ditulis sepenuh hati akan sampai ke hati setiap pembacanya.

“Tulislah dengan sepenuh hati, karena tulisan dari hati akan sampai ke hati,” tutupnya.

Kini semangat menulisnya terus tercurah lewat judul buku yang sedang ia garap yakni “Rahasia Sang Maha Cinta.”

Oleh: Farhan Ramadhan

Artikel ini sudah dimuat di: https://kumparan.com/cerita-santri/terbiasa-menulis-mahasiswi-stmik-antar-bangsa-terbitkan-dua-buku-1v839NcqVXE/full

Leave a Reply