fbpx

Kemarin, Kamis 3 Desember 2020, menjadi hari kebanggaan bagi anak-anak saya di STMIK Antar Bangsa. Karena apa? Karena mereka menjalani wisuda yang menjadi tanda kelulusan menempuh program studi strata 1. Saya mendoakan kepada para wisudawan agar momen kelulusan ini bukan menjadi ujung dari pencarian ilmu tapi menjadi pembuka untuk meraih ilmu-ilmu lainnya yang lebih luas.

Di momen bahagia kemarin saya ingin mengucapkan terima kasih kepada ustad Tarmizi, ustad Sani dan Ustad Jamil yang telah mengawal pendidikan anak-anak saya di mana saja berada. Dari mulai pendidikan dini hingga perguruan tinggi. Juga kepada para dosen yang dengan sabar dalam keseharian tetap memberikan ilmu-ilmu terbaiknya kepada para mahasiswa. Terlebih di era pandemi saat ini yang membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih sulit lagi.

Saya kemarin memang tidak bisa hadir. Tapi dengan bantuan teknologi saya bisa menyapa para wisudawan sekaligus memberi pesan kepada mereka. Lalu apa pesan saya kepada 32 wisudawan kemarin?

Para wisudawan STMIK Antar Bangsa berpose bersama

Saya berpesan jangan sampai setelah di wisuda tidak punya keyakinan. Ada nih orang yang biasa saja, bahkan lulus SD pun tidak. Seperti Mas Gatot, orang Purwokerto, tidak lulus SD tapi keyakinannya jangan-jangan di atas yang lulusan S1. Suatu hari nih dia dagang di luar pasar bukan di dalamnya. Lalu dia punya keyakinan, nanti saya bisa dagang di dalam, saya bisa sewa itu kios di dalam. Keren, kan?

Sampai akhirnya Allah mengabulkan keyakinannya. Ia bisa masuk ke dalam pasar. Lalu ia bilang apa coba? Ia dengan keyakinannya bilang, “nanti pasar ini bisa punya saya”

Maka saya yakin, para mahasiswa yang diwisuda kemarin jika punya keyakinan seperti Mas Gatot maka keberhasilannya akan lebih. Kan, banyak nih para lulusan perguruan tinggi yang begitu lulus lalu bingung mau ke mana? Mau kerja apa? Ada keraguan apakah bisa dengan cepat masuk dunia kerja?

Pokoknya bismillah. Saya mahasiswa-mahasiswi STMIK Antar Bangsa, saya alumni STMIK Antar Bangsa, Insya Allah bisa sukses, bakal menang dan insya Allah bisa jaya, bisa nyenengin orang tua. Mesti begitu, mesti yakin. Orang kita punya Allah kok.

Begitu pesan saya, yang pertama kita yakin ada Allah swt, lalu perbanyak doa dan shalawat, terakhir lengkapi dengan sedekah biar makin top.

Jangan sampai kita menjadi orang yang punya banyak ilmu dan wawasan luas tapi keyakinan tidak punya. Saya yakin anak-anak saya di STMIK Antar Bangsa, Insya Allah punya keyakinan yang sama bahkan lebih dari Mas Gatot.

Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati. Insya Allah, kita semua disayangi oleh Allah swt.

 

Leave a Reply