fbpx

Malam Nuzulul Qur’an menjadi momen penting bagi umat Islam untuk memperingati turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat Nabi Muhammad Saw serta pembawa rahmat bagi seluruh alam semesta.

Momen Nuzulul Qur’an yang bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan menjadi suntikan semangat bagi umat Islam agar selalu belajar sepanjang hayat. Pernyataan ini pun termaktub dalam Hadits Nabi Saw sebagai sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an.

Apabila kita melihat kembali, ayat yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad Saw adalah memerintahkan untuk membaca (Iqro) dengan menyebut nama Tuhan. Artinya, di sini kita harus selalu membaca untuk menambah pengetahuan, inilah menjadi bukti bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi umat Islam.

Setelah kata Iqra yang artinya membaca dilanjutkan dengan ayat “Al-ladzi ‘allama bil qalam, ‘allamal-insana ma lam ya’lam,” artinya bahwa Tuhan mengajarkan manusia dengan qalam (pena) yang memiliki makna segala yang “ditulis” oleh Tuhan semesta alam.

Ditambah lagi dengan membaca ayat tersebut, Allah Swt. mengajarkan manusia tentang apa yang mereka tidak ketahui, sesuatu yang ditulis oleh Tuhan semesta alam termasuk ilmu pengetahuan yang tidak pernah dipelajari oleh manusia, oleh karenanya perlu dimulai dengan membaca.

Beberapa ilmu pengetahuan yang diajarkan oleh Allah Swt. kepada manusia tertulis dalam Al-Qur’an, salah satunya adalah proses penciptaan manusia. Contoh lain, seperti cerita tentara Gajah, Raja Abrahah yang akan menghancurkan Ka’bah harus musnah karena hantaman batu kerikil yang dibawa oleh Burung Ababil dari Neraka Sijjil. Kisah ini kemudian diabadikan di dalam Surat Al-Fill. Dari dua kisah tersebut, kita dapat mengambil pelajaran dan hikmahnya, salah satunya dengan membaca (Iqro).

Intinya, momen Nuzulul Qur’an seyogyanya menjadi cambuk semangat bagi umat Islam untuk terus belajar. Sebab dari awal turunnya perintah pertama kali yang diterima oleh Nabi Muhammad Saw adalah membaca, agar umat Islam memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi.

Wallahu A’lam…