fbpx

STMIK Antar Bangsa Adakan Sharing Digital Marketing Bersama Bimbel STAN Priority

Dalam rangka mengoptimalkan peran digital saat ini, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Antar Bangsa gelar acara Sharing Digital Marketing bersama Bimbel Stan Priority yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Jum’at, (10/9).

Acara yang mengusung tema “Mengoptimalkan Peran Digital” ini turut dihadiri oleh Kepala Marketing STMIK Antar Bangsa, bapak Muhammad Hilmy Rachmatullah, S.Ikom. Tidak hanya itu, hadir pula Pengurus Bimbel Stan Priority seperti Asrul, Rizka Amalia, dan Puri.

Melihat adanya dampak yang dialami karena krisis pandemi, Tim Marketing STMIK Antar Bangsa yang diwakilkan oleh sub Divisi Media Sosial memaparkan penjelasannya mengenai peran digital yang dapat membantu meningkatkan awareness dan engagement pada setiap aktivitas digital.

Dalam hal ini, Person in Charge atau PIC Sosmed Giant Nanda Eka Putra menjelaskan bagaimana konsitensi menjadi hal yang paling penting dalam membuat konten. Ia melanjutkan bahwa penggunaan warna, dan font dapat membuat audience mengenali sebuah brand.

“Kunci terpenting dari membuat konten hingga design adalah konsitensi. Mulai dari jumlah postingan perhari, penggunaan warna, font, sehingga dari konsitensi kita tersebut, orang atau audience tersebut dapat mengenali brand atau produk yang sedang kita tawarkan. Dan juga jenis konten harus sesuai dengan audience atau tager pasar yang ingin diberi tahu,” ungkap Giant.

Selain itu, mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi itu melanjutkan bagaimana sebuah konten bisa didukung oleh beberapa hal, seperti content pillar, calender content, editorial plan, hingga facebook creator studio.

Selain Giant Nanda, hadir pula Farhan Ramadhan yang melanjutkan pembahasan mengenai peran digital melalui sebuah campaign. Farhan menerangkan bahwa sebuah campaign dapat membantu meningkatkan awareness dan engagement pada setiap pengguna sosial media.

“Kita berada di masa ketika hampir semua aktivitas dilakukan melalui sosial media. Dalam hal itu, bisa menjadi kesempatan untuk kita memaksimalkan peran digital ini untuk meningkatkan awareness dan engagement,” ujar Farhan.

Ia pun melanjutkan terkait pentingnya Digital Funnel dalam sebuah campaign. Dari Digital Funnel, pembuat campaign bisa memahami bagaimana calon pelanggan bisa mengetahui sebuah brand dan akhirnya memutuskan untuk membeli produk tersebut.

“Dalam membuat campaign, hal yang bisa dilakukan sebelum itu adalah membuat digital funnel. Dari hal itulah kita dapat mengetahui bagaimana audience atau calon mahasiswa tahu brand kita. Dari yang awalnya tidak mengenal brand, mengenal, menimbang-nimbang, hingga melakukan pendaftaran atau pembelian,” lanjut Farhan.

Setelah penjelasan selesai, sesi tanya jawab pun menjadi tempat bertanya bagi peserta. Sebagai antusiasme dari peserta, ada beberapa peserta yang bertanya.

Dengan terlaksananya program ini, diharapkan bisa menjadi tempat untuk sama-sama belajar meningkatkan peran digital di masa kini.